Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Hal Penting dalam Berdebat yang Harus Kamu Tahu

6 hal pernting dalam berdebat

Mungkin teman-teman khususnya mahasiswa sudah tidak asing lagi mendengar kata debat. Karena mungkin terlalu sering mendengar atau bahkan melakukannya. Tanpa disadari kita sering melakukannya hanya saja debat yang tak beraturan. Kita pasti sering adu argumen atau kasarnya adu mulut terutama dengan teman. Koteks nya ini bukan adu mulut yang musuhan, tapi sekedar untuk hiburan ketika nongkrong.

Kemudian lebih naik lagi debat di kelas waktu ada mata kuliah. Juga bisa didalam organisasi untuk mereka yang ikut sebuah organisasi. Atau yang lebih bagus lagi dengan ikut lomba debat antar kampus. Memang debat sudah tidak asing lagi. Apalagi di televisi juga sering melihat orang debat. Yang sering berdebat itu biasanya politisi, terutama ketika menjelang pemilu pasti ramai.

Berdebat tidak hanya sekedar debat. Kita harus perhatikan tujuan, kaidah, cara berdebat dengan benar. Berdebat juga bukan asal mengeluarkan banyak kata dan argumen. Melainkan lebih dari itu. Berdebat tidak hanya untuk mengunggulkan argumen kita dan menjatuhkan lawan debat. Tujuan berdebat untuk mencapai kebenaran yang nantinya digunakan bersama-sama. Maka dari itu untuk kamu yang akan berdebat bekali diri kamu dengan 6 hal dibawah ini agar debatmu benar dan tidak sia-sia. Hal ini sangat penting karena apabila tanpa tahu bekal berdebat, nanti malah debatnya jadi debat kusir. 

Ada 6 hal yang harus dikuasai untuk berdebat:

1. Niat dan Tujuan

Kita harus tahu dulu niat dan tujuan kita berdebat. Jangan hanya yang penting ngomong terus ramai dan kemudian viral di media. Tujuan berdebat harus kita tegaskan lagi pada diri kita, yaitu untuk mencari kebenaran. Ingat, kebenaran bukan pembenaran. Kedua kata tersebut punya makna yang berbeda. Jadi jangan sampai keliru. Ya mungkin ada alasan lagi selain kebenaran, misalnya untuk mendamaikan antar golongan tertentung. Itu boleh, bukan malah memecah antar golongan. Atau untuk membongkar yang selama ini keliru. Seperti itu tidak apa-apa, yang penting tujuannya jelas. Kalau tujuan awal sudah ingin saling mengalahkan, saling menjatuhkan satu sama lain sebaiknya tidak usah berdebat saja. 

Untuk itu apabila teman-teman diundang sebuah acara untuk berdebat, sebaiknya tanyakan dulu tujuannya itu apa. Target diskusinya itu apa? apakah untuk membuat orang sadar, memberi informasi saja, atau meluruskan hal yang kurang tepat. Kalau tujuannya positif tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan silahkan dilakukan.

2. Pengetahuan

Pengetahuan dalam hal ini yaitu ilmu. Jangan berdebat tanpa membawa beka ilmu yang cukup. Nanti  malah ngawur, ngarang, asal omong yang justru malah menyesatkan orang yang menyaksikan atau mendengarkan. Debat seperti itulah yang dikatakan debat yang tidak produktif dan tidak menghasilkan sesuatu. Maka dari itu sebelum berdebat pelajari dulu yang akan dibahas, bekali diri dengan ilmu sebanyak-banyaknya. Bisa dari membaca buku, mencari infromasi di internet dan lain-lain. Kalau misalkan dalam hatu ragu dengan wawasan atau pengetahuan yang cuku, mending tidak usah berdebat. Kasihan nanti semua malah kelihangan waktu dan tenaga tapi tidak mendapatkan hasilnya. 

3. Kecerdasan

Yang ketiga yaitu kecerdasan kita harus terasah. Supaya tajam menganalisis, tajam membaca peristiwa, tajam mencari hubungan permasalahan, dan kritis kalau ada yang keliru. Siapkan cara bernalar dan berpikir sejernih mungkin. Apabila kamu sedang tidak konsen karena ada masalah lain, sebaikanya jangan berdebat dulu. Walaupun kamu ahlinya, tapi kalau sedang tidak mood sebaiknya jangan berdebat. Karena debat itu butuh kemampuan intelejensi yang full. 

4. Emosi

Tidak hanya akal saja yang dibutuhkan, tapi juga nurani, naluri, imajinasi, dan intuisi harus hidup. Jadi harus siap secara intelejensi dan dilengkapi dengan emosi dan mental. Supaya kalau dikritik lawan biacara tidak down. Dan kalau memang pendapat salah bisa menerima. Jangan sampai nanti debatnya selai tapi masalah tidak selesai, dan malah menambah masalah baru lagi.

5. Tehnik

Kemudian yang harus dipersiapakan yaitu tehnik berdebat. Tehnik disini bisa meliputi retorika, strategi berargumentasi, cara menunjukkan tentang kebenaran, dan juga kekurangan dari sebuah argumen. Tehnik ini juga sangat penting sekali, apabila keempat unsur diatas sudah terpenuhi tapi tehnik berdebatnya tidak ya bisa kalah. Tehnik ini untuk menyusun yang akan kita sampaikan nantinya, kalau tidak teratur justru malah membuat bingung semuanya dan kebenaran yang disampaikan tidak tercapai.

6. Akhlak atau Adab 

Dalam segala hal kehidupan di dunia, jangan pernah lupa untuk membawa akhlak. Tetap gunakan etika, moralitas, dan sopan santun terhadap lawan berdebat. Bagaimanapun juga, berdebat itu antara manusia dengan manusia. Jangan sampai kita menodai kebenaran yang kita bawakan dengan akhlak kita yang buruk terhadap lawan berdebat. Tujuan berdebat adalah supaya orang tertarik dengan kebenaran yang kita sampaikan dan mengikutinya. Kalau misal akhlak kita buruk justru malah membuat orang tidak suka dan benci terhadapmu. Untuk itu jangan lupa akhlak dan adab kita ketika berdebat.

Demikian tadi 6 bekal yang harus kamu lakukan untuk melakukan debat. Supaya debatmu terarah dan kebenaran bisa dihasilkan dari sebuah debat. Tidak hanya adu argumen saja berjam-jam yang tidak ada hasil. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman untuk menambah wawasan dalam hal berdebat. 6 Hal ini saya dapatkan dari seorang ahli filsafat yaitu Dr. Fahruddin Faiz. Terima kasih.