Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Kebebasan Membuat Kesepian ?

kebebasan membuat kesepian

Manusia pada dasarnya ingin bebas. Bebas menata hidup sesuai dengan yang diinginkan. Namun ada sebuah akibat dari kebebasan itu sendiri yaitu kesepian. Jadi jangan kaget ketika kamu mengejar kebebasan ada kesepian yang harus didapatkan pula.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Karena yang namanya bebas itu artinya terlepas atau tidak terkait dengan yang lain, tidak ada yang ganggu, tidak ada yang mengatur. Kamu ingin hidup sendiri yang efeknya nanti akan kesepian. Karena ada istilah less freedom = glitter connectedness yang berarti kebebasanmu berkurang, koneksmu semakin kuat. Karena biasanya orang lain itu yang menghalangi kebebasanmu.

Makannya, Sartre mengatakan bahwa hell is other people. Jadi semakin ada orang, kamu semakin tidak bebas.

Semakin kamu mengejar kebebasan nanti ada resiko semakin kamu tidak sama dengan yang lain. Karena less Freedom = glitter connectedness itu tadi. Ketika kebebasan berkurang, relasi keterhubungan bertambah. Padahal sebanarnya manusia itu benci kesepian. Karena sendirian itu tidak enak, terasing. Dalam situasi terasing ini biasanya orang memilih alternatif bagaimana caranya supaya tetap terhubung dengan yang lain tapi kebebasannya tidak hilang. 

Seperti halnya dengan cinta. Orang cinta itu terhubung tapi tidak menghalangi kebebasan. Kalau kebebasannya dihalangi namanya bukan cinta, tapi dominasi. Jadi bersatu dengan orang lain tapi semangatnya cinta dan kerjasama. Bersama-sama untuk enak, tidak saling atur.

Kemudian ada juga orang yang takut terasing, takut jauh dari orang banyak padahal itu yang membunuh kebebasannya, sehingga memilih untuk patah dengan situasi sosial yang ada. entah itu penguasa atau masyarakat, tidak bebas tidak apa-apa yang penting temannya banyak. Ini merupakan pilihan yang ingin temannya banyak tapi resikonya kehilangan kebebasan.

Jadi tergantung pilihan masing-masing. Apakah mau memilih kebebasan tapi kesepian atau memilih kesepian tapi tidak bebas. Kemudian kalau memilih tidak kesepian tapi juga mendapat kebebasan, dia akan melakukan 3 hal yaitu:

Otoritarianisme

Otoritarianisme itu berarti orang melepaskan kebebasannya lalu bergabung dengan orang lain di luar dirinya untuk hal-hal yang ingin dia peroleh. Atau yang biasa disebut otoriter. Lari dari kebebasan itu artinya kebebasanmu dibuang kamu ikut aturannya orang lain. Struktur ini namanya struktur otoriter. Bentuknya dua masokisme dan sadisme.

Masokisme itu kamu yang inferior, kalau sadisme itu kamu yang superior. Struktur yang superior dan inferior ini sebenarnya struktur yang tidak setara. Jadi kalau kamu membuang kebebasanmu begitu saja, kamu dijajah orang diatur-atur orang itu namanya masokisme. Injak-injaklah aku, jajahlah aku yang penting kamu jangan pergi dariku. Itu gambaran dari masokisme. 

kalau yang kedua, untuk orang agar tetap bersamamu kamu berperilaku sadism. Biasanya ini yang punya kekuasaan ia menguasai yang lain, membuat orang lain bergantung. Misalnya, kamu jangan begitu ya, kalau kamu begitu tak tinggal. Jangan lakukan itu, kalau kamu lakukan itu lebih baik kita putus saja. Sehingga orang jadi bergantung padamu. 

Dua-duanya kehilangan kebebasan. Orang kehilangan kebebasan itu kehilangan eksistensi kehilangan jati dirinya. Maka untuk bahan evaluasi, silahkan introspeksi sendiri. Apakah ada dalam struktur  superior dan inferior. Jangan-jangan kamu yang superior yang lain inferior atau justru kamu yang inferior dan sedang tunduk pada kekuatan yang kamu anggap superior. Kemungkinan ini dirimu akan kehilangan eksistensi jati diri. 

Destruktif

Kemudian ada yang lebih dahsyat lagi daripada otoritarian, yaitu destruktif. Destruktif ini sifatnya merusak. Jadi orang yang terganggu kebebasannya dia ingin lari dari kebebasan tidak dengan cara menjalin hubungan. Kalau menjalin hubungan tadi jadinya otoriter. Sedangkan destruktif merusak. Kalau tadi sendirian merasa terasing, sedangka kalau orang destruktif itu menyakiti orang lain atau berusaha menyingkirkan orang lain. Rumusnya kalau tidak ada orang lain, aku tidak akan bisa tersakiti. Orang lain yang maki-maki kamu membuat tidak bebas, membuat sumpek, membuat tidak berdaya, maka solusinya buang semua orang lain. 

Kalau untuk orang kuat, mungkin bisa menghancurkan orang lain. Tapi, untuk orang lemah dengan cara menghancurkan dirinya sendiri. Prinsipnya kalau aku tidak ada, maka aku tidak akan tersakiti. Sehingga melakukan bunuh diri secara eksistensial. Orang yang seperti ini biasanya orang yang sangat minder. 

Automation Conformity

Kemudian ada jalan keluar ketiga yaitu automation conformity. kalau istilahnya ini mengalir saja. Jadi apa yang dilakukan orang lain, aku ikut pasrah. Orang seperti ini aman, karena mengalir maka dia di masyarakat juga nyaman aman dengan dirinya sendiri. Cuma resikonya dia kehilangan jati diri. Sering saya bilang bahwa orang yang hidupnya di tengah kerumunan, ya dia akan jadi kerumunan. Identitas individualnya tidak dilihat, yang dilihat itu yang unik. Karena orang lihat itu yang unik, sedangkan yang kerumunan tidak dilihat. Jadi kamu ikut saja dengan lingkunganmu. Orang mengidentifikasimu tidak sebagai dirimu tapi sebagai identitas kerumunanmu. Jadi identitasmu sebagai identitas kerumunan, bukan identitas individual. Lari dari kebebasan yang ketiga ini, kamu aman tapi identitasmu hilang. kehilangan diri sendiri.

Kesimpulan

Kesimpulan dari tiga hal automation conformity, destruksi, otoritarian ini cara manusia melarikan diri dari kebebasan. Katanya siapa orang merindukan kebebasan? dalam kenyataannya banyak orang justru lari dari kebebasan. Karena memang resikonya kebebasan itu kesepian. Kamu jadi orang yang sendirian. Cuma orang unik itu orang yang diingat. Orang yang bikin terobosan-terobosan, orang yang original itu kan yang dikenal oleh masyarakat. Yang ditulis oleh sejarah. Sejarah ndak nulis kerumunan, kalau tentang cerita-cerita orang. Tapi nulis tentang tokoh tokoh. Tokoh ini selalu orang yang original. Nah dan ini tidak banyak. Maka kalau kalian ingin jadi sesuatu yang dicatat oleh sejarah jangan lari dari kebebasan.