Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Hidup Itu Perjalanan, Bukan Perlomban

Hidup itu perjalanan. Sebuah kalimat yang sering kali kita dengar. Baik di media sosial maupun di kehidupan nyata. Lalu aku penasaran dengan makna tersebut. Ada hasrat ingin tahu dan melihat perspektif orang lain mengenai hal tersebut. Kemudian aku mencoba memulai pencarian makna tersebut.

hidup itu perjalanan, bukan perlombaan


Hidup itu perjalanan, bukan pelarian


Dalan pencarian tersebut aku menemukan istilah baru yaitu hidup itu perjalanan, bukan pelarian. Kalimat tersebut biasanya digunakan dalam konteks bahwa ada orang terburu-buru dalam mencapai tujuannya. Orang yang tidak menikmati hidupnya hari ini. Mungkin raganya disini, namun pikirannya tidak.

Orang biasa menyebutnya dengan sebutan ambisus. Orang ambisius biasanya ingin segera meraih kemauannya. Dan biasanya ambisius ini lebih condong kearah negatif. Karena kebanyakan orang ambisius itu menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Orang ambisius ini diistilahkan dalam mencapai tujuannya yaitu dengan cara berlari. Mereka berlari untuk mencapai tujuan lebih cepat. Memang itu terlihat tak ada masalah. Namun, orang-orang seperti itu harus siap untuk jatuh lebih sakit daripada mereka yang berjalan.

Ada pendapat bahwa orang yang hidup dengan berlari tidak bisa menikmati proses yang dijalani. Mereka terburu-buru ingin mendapat segalanya dengan cepat tanpa menghiraukan keadaan di sekitarnya.

Orang yang hidup dengan filosofi hidup itu perjalan, mereka lebih tenang dan tidak terburu-buru. Konsistensi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan. Sehingga setiap proses hidupnya mereka nikmati.

Hidup itu perjalanan, bukan perlombaan


Selain bukan pelarian, hidup juga buka perlombaan. Apa maksudnya? ungkapan tersebut biasanya digunakan dalam konteks bahwa hidup itu tidak mengalahkan satu sama lain untuk menjadi pemenang. Melainkan berjalan bersama untuk mencapai tujuan. Walapaun tujuannya berbeda, tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Seringkali kita berlomba-lomba untuk mendapatkan suatu hal tertentu dengan mindset perlombaan. Yaitu dengan cara mengalahkan orang lain. Ada harga yang harus bayar atas hal tersebut. Misalnya, bisa jadi kita tidak disukai orang kita kalahkan. Tentunya ini kurang balik, apalagi dalam sebuah organisasi.

Karena hidup itu perjalanan, alangkah baiknya kita berjalan bersama dan saling support satu sama lain. Jangan sampai memanfaatkan orang lain untuk keegoisan meraih tujuan sendiri. Karena hal demikian bisa fatal. Akan timbul banyak musuh dari perilaku kita tersebut.

Sekali lagi, hidup itu perjalanan. Jadi, nikmati saja setiap pengalaman perjalanan yang kita lalui. Jangan sampai termakan oleh nafsu ambisi yang ada pada diri kita. Yang nantinya bisa merugikan sendiri atau bahkan orang lain. Jangan pernah juga memanfaatkan orang lain untuk keegoisan kita. Kita tidak akn pernah tahu balasan apa yang nantinya kita dapatkan dari perilaku tersebut. Nikmati hidup walaupun sulit, karena kita ini manusia. Kesulitan merupakan sebuah hal yang manusiawi yang dialami manusia.