Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nyerah Malu, Nggak Nyerah Ngelu

menyerah skripsi

Semangat yok buat mahasiswa tingkat akhir yang sedang bergelut dengan skripsi. Selangkah lagi penderitaan berakhir dan berganti kebahagiaan.

Ya memang perjuangan akhir mahasiswa adalah skripsi. Jadi mau tidak mau ya harus dihadapi. Jangan hanya dibuat bahan kelah kesah story.

Aku ketika membuat tulisan ini juga sedang dalam tahap mengerjakan skripsi. Dan emang ternyata berak banget si namana skripsi. Apalagi kalau dah muncul tanggal sidangnya. Adrenalin langsung terpacu menyelesaikannya. Ditambah lagi kalau ada temen yang sudah ngepost foto setelah sidangnya. Jangan ditanya lagi perasaannya.

Jadi buat teman-teman kalau post foto lulus sidangnya, kemudian ada yang komen ucapan selamat jangan senang dulu. Bisa jadi itu hanya sebuah formalitas, padahal di dalam hatinya iri melihatmu lulus duluan.

Memang ketika menginjak tingkat akhir, sebuah pertemanan sangat diuji. Karena banyak sekali macam-macam teman yang mungkin bisa membantu maupun menghambat. Tidak jarang pertemanan berakhir ketika memiliki kesibukan dan target masing-masing.

Mari kita bahas teman yang bisa menghambatmu dalam mengerjakan skripsi. Temen yang menjadi penghambat biasanya ingin lulusnya bareng dengannya. Tapi dia kurang memiliki semangat dan effort lebih untuk segera menyelesaikan. Lebih sering mengajak jalan-jalan, liburan ke tempat wisata, atau mengajak ngopi tiap malam di café.

Teman-temang seperti itulah yang bisa menghambat dalam mengerjakan skripsi. Kalau tidak ikut mereka pasti dicibir. Memang itu konsekuensi yang harus diambil. Mau tidak mau, suka tidak suka pasti bakal ada teman yang seperti itu. Jadi kemampuan manajemen dan kebijaksanaanmu sangat diuji sekali. Harus memilih yang lebih prioritas dan menolak yang kurang penting.

Ya syukur-syukur kalau kamu bisa mendapatkan keduanya. Tapi jarang sih yang bisa mendapatkan. 

Ngerjain skripsi susah, ditambah lagi masalah pertemanan. ingga kamu nanti di tengah perjalan akan merasaka stuck. Dimana kondisi otak sulit berpikir dan lebih condong kearah emosi. Rasa ingin nyerah dan pikiran kayaknya enak deh kalau nikah aja akan muncul.

Disaat itulah akan muncul untuk menacari kata-kata motivasi yang kemudian dijadikan story WA atau IG. Untuk mengungkapkan isi perasaan dan juga kadang ada yang ingin mengharapkan feedback dari teman-temannya. Tapi ada juga yang digunakan untuk memotivasi diri sendiri.

Mau menyerah tapi nanggung tinggal sedikit lagi. Tapi kalau dilanjutkan pusing juga. Itu semua sudah menjadi konsekuensi ketika kamu memilih menjadi mahasiswa. Karena mahasiswa disiapkan untuk menghadapi sebuah permasalahan yang ada. Sehingga kualitasnya bisa meningkat dan menjadi lebih dewasa.

Ini semua merupakan proses pembelajaran. Pastinya ada batu sandungan yang harus disingkirkan atau dilompati supaya tidak tersandung. Jadi janganlah bosan-bosan mengerjakan tugas akhir atau skripsimu dan jangan menyerah. 

Mungkin hanya itu yang ingin aku sampaikan supaya tetap semangat dan jangan menyerah menghadapi segala masalah. Dan segera tuntaskan skripsimu supaya orang tua bangga.

Oiya, tulisan ini aku mulai tulis ketika sedang pusing mengerjakan skripsi. Tapi akhirnya aku selesaikan tulisan singkat ini ketika aku baru lulus. Untuk pengalaman kelulusan mungkin akan aku share di artikel selanjutnya.