Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Persahabatan dan Persahambatan, Manakah yang Kamu PIlih?

persahabatan dan persahambatan

Persahabatan atau persahambatan?

Sebelumnya aku mau disclaimer dulu, bahwa ini semua merupakan opini dan definisiku sendiri. Jangan dibandingkan dengan filsuf atau bahkan ahli bahasa. Karena pasti sangat wadidaw.

Menurutku, persahabatan itu merupakan hubungan 2 orang atau lebih yang saling kenal secara personal. Jika kita mendengar kata persahabatan, mayoritas yang muncul di otak kita itu suatu hal yang positif. Misalnya seperti teman yang selalu ada, nongkrong bareng, berjuang bareng, saling membantu. Yah semacam support system lah yang bisa menjadi tempat untuk curhat atau berkeluh kesah dan juga untuk berbagi kebahagiaan.

Pada kenyataannya, persahabatan itu ada positif dan negatifnya. Yah semacam kayak paradoks gitu lah. Ketika kita menilai A, eh tersanyata di sisi lain bernilai B. Memang segala sesuatu di dunia ini pasti ada positif dan negatifnya. Maka dari itu kita tidak bisa melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang.

Kembali ke topik, selain persahabatan ada juga istilah persahambatan. Itu hanya istilah yang aku buat sendiri dari pelesetan kata persahabatan dan hambatan. Jadi seperti yang suda dibahas bahwa persahabatan itu tadi ada sisi positif dan negatisnya. Istilah persahambatan ini disematkan kepada persahabatan yang lebih condong kearah negatif.

Persahabatan yang negatif itu seperti apa?

Persahabatan yang negatif atau aku menyebutnya persahambatan adalah ketika sebuah pertemanan mulai menjadi penghambat bagi kita untuk meraih tujuan atau mimpi kita. Kita tidak bisa memungkiri bahwa masing-masing individu dalam sebuah persahabatan punya cita-cita masing-masing. namun terkadang ada yang tidak bisa mengerti itu dan menganggapnya sebuah keegoisan. Sehingga jadilah sebuah istilah persahambatan. 

Bentuk contoh persahabatan yang menjadi persahambatan adalah misalnya ketika kita nggak bisa ikut nongkrong 2 atau kali lalu dianggap sombong dan jadi omongan di tongkrongan. Padahal kita punya kesibukan dan alasan sendiri. Kemudian juga misalnya ketika kita nongkrong dengan orang lain dianggapnya bahwa kita sudah tidak berteman lagi dengan mereka. Padahal bukan begitu maksutnya.

Berteman ya berteman aja, jangan dijadikan sebuah persahabatan itu sebagai hambatan untuk berkembang satu sama lain. Tentunya kita tidak bisa hanya terkurung dengan sebuah persahambatan. Semua itu harus tumbuh dan berkembang baik individu maupun kelompok pertemanan.

Pola pikir persahambatan harus dirubah atau bahkan ditinggalkan. Mungkin meninggalkannya adalah opsi terakhir ketika persahambatan tidak bisa menjadi persahabatan yang positif dan saling support. Walaupun itu berat, tapi itulah keputusan. Sebuah keputusan pasti ada resikonya. Tinggal pilih saja, bertahan dengan sebuah persahambatan atau keluar untuk mengupgrade diri. Ya syukur-syukur temanmu itu mau berubah pemikirannya.

Pikirkan baik-baik dan pertimbangkan dengan matang dalam setiap keputusan. Dan tetap selalu melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Semoga sukses dan persabatan kalian tidak menjadi persahambatan.