Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memberi Arti Kehidupan

cara memberi arti kehidupan


Kehidupan memang membuat penasaran. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi kedepannya. Tugas kita hanya berusaha. Berusaha mencari makna dan arti hidup. Temukan arti hidup sendiri, jangan terlalu banyak bertanya kepada orang yang sama-sama sedang mencarinya.

Apa arti hidup itu? 

Menurut seorang penyair hebat yaitu Kahlil Gibran mengatakan bahwa hidup adalah kegelapan. dan dengan penuh ketakutan, engkau segarkan apa yang telah dibisikkan dengan penuh kebimbangan. Kuwartakan padamu bahwa hidup adalah kegelapan jika tidak diselimuti oleh keinginan. Dan segala keinginan akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan. dan segala macam pengetahuan akan sia-sia bila tidak diiringi kerja. Dan segala kerja hanyalah hampa kecuali disertai cinta. 

Kita sendiri yang memberi makna hidup

Kalau bertanya kepada semua orang mengenai apa itu hidup, pasti akan mendapat jawaban yang berbeda-beda. Karena setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda dan cara memaknai hidupnya. Namun, pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab oleh orang yang tidak memiliki tujuan dan cita-cita dalam hidupnya. Tujuan dan target merupakan bagian penting yang akan menentukan akan kemana hidup ini. Untuk itu, maka buatlah target dan cita-cita supaya bisa menjawab apa arti hidup ini.

Carilah pengetahuan

Pengetahuan ini penting dalam mencapai visi dalam hidup. Bagaimana mungkin orang yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter tapi tidak memiliki pengetahuan bagaimana jalan menujunya. Orang yang tidak memiliki pengetahuan ibaratnya seperti orang buta. Apabila hanya memiliki keinginan tapi tidak punya pengetahuan akan menjadi orang yang ngawur dan tidak jelas. Maka dari itu belajarlah kepda siapapum dan dimanapun.

Realisasikan dengan kerja

Akan menjadi sia-sia apabila sebuah visi tidak diiringi dengan kerja. Tidak ada gunanya bila visi tidak ada aksi nyata untuk merealisasikannya. Kerjakan sesuai pengetahuan yang kamu miliki untuk mencapai tujuan.

Lakukan dengan cinta

Sebuah pekerjaan akan tersasa menjadi siksaan apabila kerja tersebut tidak didasari rasa cinta. Cinta ini yang membuat suatu kerja itu ada nilainya. Orang yang mencintai apa yang dilakukannya akan bahagia menjalaninya dan tidak mudah mengeluh. Bagitu juga sebaliknya, orang yang melakukan pekerjaan tanpa cinta akan merasakan kerja itu beban. Kerja terasa seperti siksaan yang pada akhirnya membuat tidak maksimal. Misalnya dalam beragama, kalau beragama tidak ada passion atau rasa cinta maka akan menjadi suatu siksaan. Setiap disuruh sholat pasti mengeluh, setiap mendengar adzan mengeluh. Beragama menjadi tidak enak kalau tidak cinta. Padahal beribadah tersebut fungsinya untuk masuk surga. Apa kamu tidak ingin masuk surga?

Analoginya yaitu apakah kamu tahu surga (itu merupakan pengetahuan), sedangkan apa yang kamu lakukan untuk masuk surga (merupakan kerja). Apakah kamu senang melakukan itu dalam rangka masuk surga (merupakan cinta). Kalau itu semua tidak kamu sukai, pasti akan menjadi siksaan luar biasa bagimu.

Kalau kamu sukanya tentang dunia teknik, lalu kuliah di juruan bahasa. Kuliah tersebut bisa menjadi siksaan yang luar biasa. Begitu masuk kelas sudah tidak ada semangat menjalaninya. Setiap hari mengeluh karena tidak suka.

Kesimpulan

Kesimpulannya yaitu orang bisa menjawab tentang apa arti kehidupan kalau memiliki visi dan cita-cita. Cita-cita itu akan mantap kalau dia punya pengetahuan. Kemudian cita-cita akan sia-sia kalau tidak diiringi kerja. Dan kerja akan indah kalau dasarnya adalah cinta.


referensi: Ngaji Filsafat Dr. Fahruddin Faiz