Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Kita Harus Gagal?

kenapa kita harus gagal

Kalau membahas kegagalan pasti yang dirasakan sedih dan emosi. Jarang ada yang senang ketika membicarakan kegagalan. Bahkan seorang motivator juga lebih banyak membahas kesuksesan daripada kegagalan. Gambaran indah mengenai tujuan dan impian terkadang membuat lupa akan adanya kegagalan. Sehingga banyak yang kaget dan tidak siap menghadapi kegagalan.

Coba saja kamu cari buku-buku biografi orang-orang sukses. Kamu akan menemukan bagaimana perjalanannya untuk mencapai sebuah kesuksesannya. Kamu akan menemukan kegagalan-kegagaan yang pernah mereka alami sebelum menjadi hebat seperti saat ini.

Alasan kenapa kita harus gagal

Ada beberapa alasan yang bisa kita jadikan untuk memotivasi diri kita saat mengalami kegagalan. Sehingga kita bisa tetap berpikir positif dalam menyikapi kegagalan.

1. Tidak akan pernah mencoba kalau takut gagal.
Ketakukan kegagalan dalam melakukan sesuatu merupakan hal yang sering dialami semua orang. Sehingga mereka tidak jadi mengambil langkah tersebut. Ketakukan semacam ini harus diminimalisir. Supaya kamu berani melangkah.

Tidak ada proses yang sempurna. Semua pasti ada kekurangannya. Dan kekurangan tersebut yang seharusnya kita perbaiki untuk menjadi lebih baik.

Pemahaman mengenai tidak ada yang sempurna harus ditanamkan pada pikiran supaya tidak takut untuk mencoba. Ketakutan bisa diminimalisir dengan bekal ilmu yang cukup.

2. Kegagalan merupakan pengajar terbaik.
Pengalaman adalah guru terbaik dan kegagalan adalah guru yang lebih baik. Jadi, pengalaman gagal merupakan alat terbaik untuk kita belajar. Jadikan kegagalan ini sebagai pelajaran, bukan malah menangis dan meratapinya. Kegagalan menandakan bahwa kita masih belum siap sukses. Jadi perlu ada yang diperbaiki supaya siap menyambut kesuksesan.

Kita tidak akan pernah tahu kalau kita belum mencoba. Dalam melakukan percobaan tersebut pastinya akan menemui kesulitan yang harus diatasi. Setiap percobaan jarang yang sekali berhasil. Butuh beberapa percobaan dan kegagalan didalamnya. Dari situlah kita dapat mengambil sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk kedepannya.


3. Gagal membuat lebih tangguh.
Gagal berkali-kali lalu bangkit lagi, membuat diri kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Kalau kamu gagal lalu bangkit, menandakan bahwa kamu bisa mengatasinya. Dan itu membuatmu lebih kuat.

Kegagalan bisa membentuk mental menjadi lebih kuat. Jangan terlalu cepat menyerah. Mental orang sukses itu tangguh dan tidak gampang menyerah.

4. Orang hebat menghabiskan jatah gagalnya.
Ada ungkapan menarik yang sangat populer yaitu habiskan jatah gagalmu, lalu kamu akan mendapatkan kesuksesanmu. Kita memang tidak tahu berapa jatah kegalalan yang kita miliki. Masing-masing orang punya jatah gagal yang berbeda-beda. 

Tokoh terkenal yang bisa kita buat sebagai panutan adalah Thomas Alva Edison. Sebelum dia berhasil menemukan lampu, Thomas Alva Edison telah melakukan ribuan kali percobaan yang gagal. Itulah contoh yang dimaksud dalam menghabiskan jatah gagal untuk mendapatkan keberhasilan. Pada intinya, kegagalan itu merupakan bagian dari proses untuk menuju kesuksesan.

5. Sukses merupakan hasil dari perbaikan kegagalan.
Orang sukses itu tidak akan menyerah ketika mengalami kegagalan. Memperbaiki kegagalan merupakan langkah yang harus dilakukan. Penyebab kegagalan harus dicari dan kemudian diperbaiki. Jangan jadi orang bodoh yang jatuh di lubang yang sama. Lubang tersebut harus kita perbaiki.

Jangan terburu-buru menyerah ketika gagal. Bukan berarti ketika kamu gagal, lalu berpendapat bahwa hal tersebut tidak cocok untukmu.

Memperbaiki kegagalan bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kegagalan lagi, dan dari situlah kesuksesan didapatkan. Sukses adalah hasil dari usahamu melakukan perbaikan pada setiap kegagalan yang kamu alami.