Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelajaran dari Buku The Science of Getting Rich (Kaya itu Ada Ilmunya)

the science of gettung rich kaya itu ada ilmunya

Kaya itu ternyata ada ilmunya. Hal tersebut dijelaskan oleh Wallace D Wattles dalam bukunya yang berjudul The Science of Getting Rich. Ternyata kaya itu memiliki pola yang bisa dipelajari dan dipraktekkan. Sehingga siapapun orang bisa mempelajarinya untuk menjadi orang kaya.

Siapa sih yang tidak ingin menjadi kaya? Pastinya semua orang mau menjadi kaya. Tapi masalahnya tidak semua berhasil mendapatkannya. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Ternyata menurut Wallace, yang membuat orang gagal menjadi kaya adalah karena tidak memiliki ilmunya.

Buat anda yang ingin kaya tapi bingung harus bagaimana, anda bisa membaca buku The Science of Getting Rich. Tapi buat anda yang belum dapat membacanya, disini saya akan memberika sedikit ilmu yang saya dapatkan dari buku tersebut. Lalu apa saja ilmu kaya yang dapat kita pelajari dari buku The Science of Getting Rich? Mari simak ulasan berikut ini.

5 Persepsi yang Harus Dimiliki bila Ingin Kaya

Dalam buku tersebut, ada 5 persepsi yang sangat penting yang harus dimiliki jika ingin menjadi kaya.

1. Keinginan Menjadi Kaya Adalah Sesuatu yang Mulia.

Wallace menganggap bahwa keinginan menjadi kaya itu merupakan sesuatu yang baik. Tidak seperti kebanyakan orang yang menganggap keinginan menjadi kaya merupakan sebuah keburukan. Tidak ada yang salah dengan keinginan seseorang menjadi kaya. Keinginan menjadi kaya itu mulia sama halnya seperti beribadah. Apalagi kalau tujuan akhirnya nanti yaitu membantu lebih banyak orang.

2. Tidak Ada Seseorang yang Mengambil Kesempatanmu.

Salah besar apabila kita menganggap kegagalan kita menjadi kaya dikarenakan ada orang lain yang mengambil kesempatan kita menjadi kaya. Rejeki sudah diatur dan masing-masing mempunyai jatahnya. Jangan menyalahkan orang atas kegagalanmu menjadi kaya. Ada begitu banyak kesempatan yang ada dihadapan kita. Ketika satu kesempatan tertutup, makan akan muncul kesempatan yang lain.  Bahkan bisa jadi kesempatan tersebut datang lebih banyak. Tapi karena keterbatasan kita dalam melihat sebuah kesempatan, sehingga kesempatan tersebut terlewatkan. Wallace meyakinkan kita untuk memiliki persepsi yang tepat tentang kesempatan. Kesempatan selalu ada dan datang kepada kita, hanya saja mungkin kita tidak jeli melihat kesempatan tersebut.

3. Kaya Itu Ada Ilmunya

Kekayaan bukan bersumber dari lingkungan, bukan juga bersumber dari kecerdasan atau bahkan bersumber dari kekayaan yang dimiliki oleh orang tua kita. Kalau misalnya kekayaan itu berasal dari lingkungan, seharusnya banyak orang kaya yang berasal dari tempat tinggal atau lingkungan yang sama. Tapi kenyataannya tidak begitu. Kemudian kalau kekayaan berasal dari kecerdasan dan bakat, nyatanya masih banyak orang cerdas dan berbakat hidup dalam kondisi miskin. Lalu apabila kekayaan berasal dari harta warisan orang tua, nyatanya juga banyak orang yang terlahir di keluarga kaya namun ketika orang tuanya tidak ada mereka menjadi miskin. Jadi sumber kekayaan yang sebenarnya berasal dari diri kita. Kemampuan kita dalam memanfaatkan kecerdasan yang kita miliki untuk memecah berbagai macam masalah mencapai kaya merupakan sebuah hal yang bisa dipelajari.Contoh-contoh tersebut membuat pandangan kita bahwa kekayaan itu ada ilmu dan pola yang bisa dipelajari.

4. Fokus Berkreasi, Bukan Berkompetisi

Untuk menjadi kaya kita harus fokus untuk mencipta, berkreasi dan membangun kreativitas. Itulah yang diutarakan oleh Wallace dalam bukunya. Dia tidak menganjurkan untuk berkompetisi dan bahkan melarangnya. Karena ketika kita berpikir itu sebuah kompetisi, maka fokus kita jadinya sibuk memikirkan orang lain dan tidak fokus bagaimana memikirkan diri kita untuk menjadi lebih baik. Berpikir bagaimana cara mengantisipasi langkah-langkah yang dilakukan oleh kompetitor bukan mengembangkah langkah-langkah kita supaya meningkat. Maka dari itu fokuslah berkreasi, supaya bisa fokus ke diri sendiri. Menumbuhkan kemampuan dan membuat sesuatu yang lebih bermanfaat.

5. Berproseslah

Segala sesuatu butuh proses, tidak ada yang instan. Mie instan yang katanya instan juga butuh proses untuk menikmatinya. Menurut Wallace, kita harus yakin bahwa setiap langkah yang kita tempuh merupakan proses untuk menuju kaya. Tanamkan pada pikiran bahwa segala tindakan kecil yang dilakukan merupakan langkah menuju kekayaan. Jangan pernah meremehkan segala sesuatu yang kamu lakukan. Karena tindakan terbaik akan menghasilkan proses yang baik. Yang nanti pada akhirnya memberikan hasil yang terbaik.

Baca juga:  

Menggunakan Kekuatan Pikiran untuk Membangun Uang dan Kekayaan

Dalam buku The Science of Getting Rich, Wallace mengajarkan untuk menggunakan kekuatan pikiran untuk membangun kekayaan. Setidaknya ada lima langkah untuk membangun pikiran. 

1. Milikilah Keyakinan yang Kuat Terhadap Dzat Yang Maha Kuasa

Menurut Wallace, segala sesuatu diawali dari dzat yang maha tunggal. Tidak mungkin anda menjadi kaya tanpa memiliki keyakinan yang utuh bahwa ada dzat yang berpikir yang dapat mengatur segala sesuatu diatas kemampuan kita semua. Milikilah gambaran mental tentang kekayaan yang anda inginkan, lalu serahkanlah semuanya kepada Dzat Yang Maha tunggal.

2. Milikah Gambaran Detail Kekayaan yang Diinginkan

Wajib bagi setiap orang untuk mempunyai gambaran lebih detail yang ingin didapatkan dan selalu merawatnya. Misalnya apabila ingin memiliki rumah, pikirkan ukurannya berapa, kamarnya harus bagaiaman dan warnanya seperti. Pikirkan secara detail gambaran keinginan yang diinginkan. Metode ini sering disebut sebagai berpikir melampaui realitas. Jangan pikirkan hari ini, tapi pikirkan apa yang benar-benar kamu inginkan. Yakinilah secara konkrit bahwa itu dapat diwujudkan. kemudian serahkan sepenuhnya kepada Dzat Yang Maha Pencipta. biarkan semua proses itu tercipta sesuai dengan kehendaknya. Ini bisa saja disebut dengan sebuah metode afirmasi.

3. Bersyukurlah

Kemudian langkah ketiga yang harus dilakukan adalah bersyukur. Bersyukur memiliki arti bahwa menerima dengan tanpa syarat apapun yang ada didalam hidup hari ini. Terimalah apa yang kamu dapatkan hari ini, jangan terus-menerus mengeluh. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah dan juga tidak membuatmu bertumbuh.

4. Konsistensi

Jaga dan rawat apa yang telah kamu pikirkan. Jika menginginkan sebuah rumah, jagalah konsistensi terhadap rumah yang telah dipikirkan. Seperti wujud dan bentuknya haruslah sama. Bahkan kalau bisa detail-detailnya juga. Ini memang merupakan hal terberat yang harus dijaga. Menjaga konsisten merupakan sebuah hal yang paling sulit.

5. Keyakinan

Akan menjadi sia-sia sesuatu yang telah kita gambarkan dalam pikiran apabila tidak memiliki keyakinan untuk mendapatkannya. Yakinlah dengan tanpa syarat dan fokus terhadap keyakinan tersebut. Yakin bahwa Tuhan sedang mewujudjukan semuanya.

Milikilah Tindakan yang Tepat untuk Membangun Kekayaan

Memiliki persepsi dan kemampuan berpikir belumlah cukup. Kita harus tetap bertindak untuk mewujudkan itu semua. Ada dua tindakan penting yang diajarkan Wallace dalam bukunya untuk mewujudkan semua imajinasi yang telah dibuat.

1. Bertumbuhlah

Wallace mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang bertumbuh. Caranya yaitu dengan melakukan segalanya sebaik mungkin. Dengan memiliki tujuan untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Lakukan dengan totalitas segala proses yang dijalani untuk terus bertumbuh. Jangan melakukan sesuatu dengan setengah-setengah. Karena hal demikian akan sia-sia dan hanya membuang waktu dan tenaga.

2. Bertindak Efisien

Kesuksesan akan lebih mudah diraih apabila kita bisa bertindak efisien. Karena tindakan efisien itu menggunakan cara yang tepat dan waktu yang tepat. Jangan pernah menunda sebuah pekerjaan. Karena akan menjadi beban tersendiri pada akhirnya nanti. Segera kerjakan tugas hari ini. Dan begitu pula jangan mengerjakan sesuatu yang belum waktunya untuk dikerjakan. Istilahnya jangan mengerjakan tugas satu bulan diselesaikan hari ini. Itu bukan tindakan yang efisien. Kerjakan tugas dengan cara yang tepat dan di waktu yang tepat pula.


Demikian ringkasan dari buku The Science of Getting Rich yang bisa aku ambil. Mungkin kalau kamu membaca bukunya akan mendapatkan pembelajaran yang lebih daripada yang aku sampaikan ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa bermanfaat.