Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Filosofi Wortel, Telur dan Kopi Buat Pejuang Kehidupan

Filosofi Wortel, Telur dan Kopi

patahsemangat.web.id - Manusia memiliki gambaran masa depan yang ideal menurutnya. Sehingga mereka hidup untuk mendapatkan masa depan tersebut. Ada yang berhasil dan ada juga yang gagal. Karena disetiap perjalanan pasti ada hambatan yang datang. Hambatan tersebut yang akan mengujimu. Apakah masih tetap fokus dengan tujuan atau beralih ke tujuan lain.

Sejatinya manusia pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya. Masalah tidak dapat kita hindari. Setiap ingin menghindarinya pasti akan bertemu dengan permasalahan yang lain. Sehingga membuat kita harus menghadapi masalah tersebut.

Masalah itu yang akan membuat kita lebih dewasa dan belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Respon seseorang terhadap suatu masalah itu berbeda-beda. Tentunya respon yang berbeda-beda tersebut akan menghasilkan suatu output yang berbeda. Ada yang keluar dengan senyuman, kesedihan, dan kemarahan. Seperti sebuah wortel, telur, dan kopi. Ketiganya memiliki output yang berbeda dalam menghadapi sebuah permasalahan.

Baca juga: Nasehat Jusuf Hamka

Filosofi Wortel, Telur dan Kopi

Ada seorang anak yang mengalami sebuah kesulitan dalam hidupnya. Kemudian anak tersebut mengeluh kepada ayahnya yang merupakan seorang koki. Sang ayah lalu menyiapkan 3 panci berisi air dan memanaskannya.

Lalu sang ayah menyuruh anaknya untuk memasukan wortel, telur, dan kopi pada masing-masing panci. Setelah beberapa saat, sang ayah menyuruh anaknya untuk mengangkat ketiga bahan tadi yang telah direbus. Sang ayah berkata, "bagaimana hasilnya?"

Hasilnya, wortel yang sebelum direbus teksturnya kesar, namun setelah direbus menjadi lembek. Sedangkan telur yang sebelumnya lembut menjadi keras. Dan uniknya kopi yang direbus tadi mengubah warna air dan memberikan sensasi harum.

Ketiganya diberikan masalah yang sama yaitu direbus dengan air mendidih. Namun, memiliki hasil yang berbeda-beda.

Wortel yang diibaratkan seperti seseorang yang kuat, tegas, dan teguh memegang prinsip. Namun setelah diberikan sebuah masalah dan tekanan dalam hidupnya membuatnya menjadi lembek. Mentalnya turun dan tidak berani lagi menentukan keputusan hidupnya.

Telur yang dilambangkan sebagai seorang yang lembut dan penuh perasaan. Namun ketika diberikan suatu masalah yang bertubi-tubi dalam hidup menjadikannya sebagai seorang yang berhati keras dan tidak punya perasaan.

Kopi melambangkan sebagai seorang yang kuat menghadapi sebuah masalah. Masalah kehidupan yang begitu berat. Namun, bisa mengalahkan masalah dengan mengubah warna airnya. Dan membuat aroma yang harum dan nikmat. 

Manakah kamu ketika mendapatkan sebuah masalah dan ujian dalam hidupmu?

Apakah kamu akan menjadi seperti wortel yang menjadi lembek. Atau menjadi telur yang keras. Atau bahkan menjadi kopi yang mengubah warna air dan aroma.

Dalam kasus kamu bisa melihat sendiri bagaimana bahan yang berbeda diberikan ujian atau permasalahan yang sama akan menghasilkan output yang berbeda. Seperti itulah sebenarnya manusia, diberi sebuah porsi masalah yang sama. Namun, setiap orang memiliki hasil yang berbeda-beda setelah menghadapi permasalahan.

Ujian dan masalah hidup tidak akan pernah bisa kamu hindari. Apabila kamu masih hidup di dunia ini, sejatinya kamu akan menghadapi masalah-masalah. Jadilah seperti kopi yang tidak terpengaruh dengan masalah. Justru mampu mengalahkan masalah dengan mengubah warna air dan memberikan aroma yang nikmat.

Baca juga: Jangan Mengejar Dua Tujuan Secara Bersamaan Jika Ingin Sukses

Itulah tadi pembahasan tentang filosofi wortel, telur, dan kopi. Semoga kamu bisa mendapatkan pembelajaran dari kisah tersebut. Setiap orang memiliki persepsi dan pemahaman yang berbeda-beda. Tergantung mau mengambil sudut pandang dari sisi mananya. Tidak ada masalah dengan hal tersebut, yang terpenting tetap harus menghargai satu sama lain. Jadilah dewasa dengan masalah yang kamu hadapi.