Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Teman yang Harus Kamu Hindari

teman yang harus dihindari

teman yang harus dihindari - Berteman merupakan suatu kegiatan yang dilakkan semua orang. Saya yakin semuanya pasti memiliki teman. Entah itu teman sekolah, teman main, teman kuliah, dan teman-teman lainnya.

Memiliki teman merupakan kebahagiaan tersendiri. Karena dengan teman kita bisa nongkrong bareng, cerita-cerita, dan melakukan kegiatan seru lainnya.

Teman dapat membentuk pribadi kita. Karena pasti ada pengaruh-pengaruh dari kebiasan yang sering dilakukan dalam pertemanan. Pada saat kamu berteman dengan orang yang rajin ibadah, tentunya kamu secara tidak sadar akan ikut menjadi orang yang rajin ibadah. Karena kamu terbiasa melihatnya rajin ibadah.

Beda halnya jika kamu berteman dengan orang yang nakal atau mabuk-mabukan. Kamu pasti akan terbawa dengan kebiasaan buruk tersebut. Karena lingkungan yang akan mempengaruhi perilaku.

Jadi, sangat penting untuk memilih teman yang baik. Supaya ikut tertular kebaikannya. Dan sebaliknya, kamu harus menjauhi teman-teman yang memiliki sifat dan kebiasan buruk.

Baca juga: Cara Menenangkan Hati dan Pikiran

Ciri-ciri Teman yang Harus Dijauhi

Berikut ini adalah teman yang sebaiknya kamu tinggalkan. Karena sifat atau perilakunya yang buruk. Supaya kamu tidak ikut menjadi mereka dan mendapat masalah di kemudia hari.

1. Teman yang Munafik

Di depan begitu, di belakang begitu itulah orang munafik. Selalu memiliki dua wajah. Tidak ada yang suka dengan orang yang munafik.

Dalam sebuah pertemanan sering terdapat orang yang munafik. Di tongkrongan memuji, tapi di belakang ngomongin kamu. Orang semacam itu sangat menjengkelkan. Dapat merusak pertemanan. Sehingga sebaiknya tinggalkan orang-orang seperti itu.

2. Tukang Adu Domba

Teman yang suka ada domba sangat berbahaya. Karena bisa memutar balikan fakta. Sehingga membuat suatu pertikaian antar teman sendiri.

Akan sangat berbahaya ketika kamu cerita kepada orang yang senang adu domba. Orang seperti itu tidak bisa menjaga rahasia. Bahkan justru apa yang kamu ceritakan bakan diceritakan kepada orang dengan fakta yang berbeda.

Orang semacam ini senang dengan konflik dan keributan. Pertemanan bisa hancur karena orang seperti ini. 

3. Memanfaatkan Teman

Apakah kamu pernah merasa ada orang yang ingin memanfaatkanmu? Ini sering terjadi. Berkedok menjalin sebuah pertemanan padahal memiliki tujuan lain.

Misalnya ingin mendekati teman kamu. Sehingga memanfaatkan kamu untuk berkenalan dan dengan dengan orang tersebut. Namun ketika berhasil mendapatkannya malah menghilang dan tidak ada kabar.

Sebaiknya hati-hati jika kamu sudah merasa bahwa teman kamu memiliki kepentingan sendiri dalam berteman. Beranilah menolak atau memberontak jika menurutmu tidak sesuai.

4. Tidak Bisa Mandiri

Memang fungsi pertemanan itu untuk membantu satu sama lain. Tapi tidak sampai kelewatan hingga menyusahkan teman. Terlalu banyak minta tolong untuk hal yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri. Teman yang tidak mandiri sangat merepotkan dan menyusahkan yang lain. Maka dari itu hindari orang yang menjadi beban semacam itu.

5. Suka Menikung Teman

Menikung gebetan teman sendiri seringkali terjadi dalam pertemanan. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut karena biasanya kamu curhatnya ke teman. Sehingga teman bisa tahu celah dan kondisi kamu saat ini. Sehingga ketika kamu lengah, teman akan menikungnya. Secara etika pertemanan, menikung teman sendiri tidak dibenarkan. Karena itu dapat menyakiti perasaan teman dan munculnya kebencian. Jadi, hindari orang yang memiliki track record semacam itu.

6. Suka Mengatur Seenaknya

Di dalam suatu perkumpulan atau pertemanan pasti ada yang dominan. Orang yang biasanya gede dan vokal. Kalau misalnya hanya dominan pada saat ngobrol mungkin tidak apa-apa. Yang tidak boleh itu kalau sampai mengatur-ngatur teman yang lainnya. Merasa paling berkuasa sendiri. Setiap orang memiliki kebebasan dan tidak bisa diatur-atur seenaknya. Apalagi kalau tidak memiliki hak untuk mengatur.

Itulah keenam jenis teman yang kurang baik dan dihindari. Sehingga anda tidak terbebani dan rugi berteman dengan orang semacam itu. Meskipun kamu tidak menyukainya, tapi jangan membencinya. Cobalah untuk memberi nasehat atau menegurnya. Apabila ditegur masih tetap sama, ya sebaiknya kamu memilih sikap meninggalkannya. Daripada kamu tersiksa dan ikut mendapatkan akibat dari kelakuannya.

Baca juga: Cara Menjadi Orang yang Berwibawa

Sayangi dirimu dan jangan sampai terkena energi negatif. Pertemanan akan mudah mempengaruhi mental dan kebiasaan kamu. Kalau pertemanannya baik, tentu kamu akan mendapat hal yang baik pula. Milikilah prinsip dalam berteman. Supaya pertemanan tetap dalam koridor yang kamu harapkan. Apabila sudah tidak dapat diperbaiki, jalan terakhir adalah meninggalkannya.